My lovely books




Saat ini rasanya yang paling mengkhawatirkan adalah nasib buku-buku tercinta. agh, bagaimana jika saat ditinggal nanti jadi tak karuan. Dipinjam ke-sana kemari. Kemarin saja ada saya, dipinjam dan kembali dalam keadaan "mengenaskan". Kapok.Kapok. Nggak mau lagi. Tapi bukannya kita tak boleh pelit? Harus gimana lagi. Membelinya saja setahun sekali, tunggu momen MTQ. Meskipun terkadang ummi kasih hadiah ultah (yang ini jangan dibiasakan. tradisi barat ngerayakan ultah). Sudahlah. Ikhtiar dulu. Disampul. Ditaruh di rak. Suatu saat nanti kan mau buat perpus. aamiin. Dan toko buku tentunya (mimpi ketinggian).
There is a will, there is a way

Tidak ada komentar:

Posting Komentar