Aku harusnya bersyukur. Sangat-sangat
bersyukur. Teman-teman di sana banyak yang nggak bisa kuliah. Biaya, izin ortu,
jarak, dan berbagai alasan lain termasuk rumah tangga.
Nggak cukup hanya bersyukur dengan
mengucap alhamdulillah. Menengadahkan tangan. Benar-benar nggak cukup. Yang terpenting
adlaah wujud syukurnya. Apa? Berjuang sungguh-sungguh. Belajar mati-matian.
“jurusan apa dek?”
“Matematika fkip”
“wah, siap-siap aja ya” ucapnya sambil
tersenyum. Kebanyakan gitu.
“siap apa mbak?”
“lembur sampai pagi” lagi, sambil
tersenyum.
Hek? Dahi langsung berkerut-kerut. Ah....,
rasanya jadi gimana gitu. Padahal belum dijalani. Bukankah penderitaan hari ini
akan menajdi lelucon masa tua? Hehe. Tapi jangan keburu tua deh.. ^_^
Jalani hidup ini. Santai tapi serius. Jangan
ikut arus ah. Pakai dayung dong. Biar nggak hanyut dan punya haluan. ^_^
Oce! Semangat! Ini berhubung nggak ada
motivator. Akhirnya memotivasi diri sendiri. Menumpahkan di sini jadi lega loh
ternyata. Efektif banget blog ini. Hehe. Dari pada fb. Kebanyakan foto orang
dan curhat gaje so menderita. Ayolah. Berbagi hal positif aja. Jangan cengeng. Jangan
lebay. Kalau nggak terpaksa karena disuruh buat fb, nggak akan buat. Tapi itu
maslaahnya. WAJIB PUNYA FB. Gabung perkumpulan prodi mtk. Hadeuh. Pusing. Tadi saja
baru buka sudah langsung mual. Haha. Lebay ya? Nggak apa. Untuk saat ini
lumayan benci fb. Tapi mungkin suatu hari nggak lagi. Ditunggu saja. Loh? Aneh!!!
^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar