kita

aku bukannya ingin setengah-setengah. Namun coba pikirkanlah sahabat. Kita berdiri di bawah bendera yang sama, dienul islam. Di manakah letak kesalahan hingga kita harus berpisah. Terpecah. Menjaga jarak. Bahkan mengklain ini salah dan ini benar. Di manakah letak kesalahan itu? Jika letaknya pada perbedaan pendapat, ayolah bersikap terbuka. Hey, kita sama-sama memperjuangkan agama Allah. Kita menegakkan syariat. Meski cara kita berbeda. Meski kita berada dalam naungan nama yang berbeda.
Kita menegakkan syariat. Saat melihat kemunkaran, salah satu dari kita mencegahnya dengan tangan. Lalu di antara kita ada yang tak bisa dengan tangan, melakukannya dengan lisan. Terakhir adalah saat lisan dirasa tak mampu, salah satu dari kita hanya melakukan dengan hati. Yang salah adalah jka salah satu di antar akita tak melakukan apa-apa. Bukan tak bisa. Tapi tak mau. Tak mau tahu dan malah menghujat. Tidak dengan tangan, dengan lisan, tidak juga dengan hati, malah menghujat. Mencemooh. Muslim apakah yang demikian itu?
Dan aku yang berada di persimpangan. Aku yang berada di dalam kebimbangan. Jalan mana harus diambil? Semua merujuk pada kebenaran. Memilih salah satu berarti harus menjauhi  saudara-saudaraku di pihak lain yang sudah sedemikian dekat terjalin hubungan hati. Semua saudara. Ayolah, kita bersatu. Bersatu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar