Jika
ada yang bertanya mana lebih penting, ilmu atau pendidikan? Saya akan menjawab
keduanya. Mengapa? Saya kira perlu diperjelas lebih lanjut. Yang saya maksud
dengan pendidikan di sini bukanlah pendidikan dalam arti sekolah atau pun
lembaga-lembaga formal lain yang mengeluarkan ijazah. Jika yang seperti itu,
tentu saya setuju ilmu jauh leih penting.
Baik,
lanjut kepada makna pendidikan versi saya. Mengapa ia penting? Sebab bagi saya,
seringkali ilmu tanpa didikan itu berjalan tidak sesuai dengan norma yang
seharusnya. Tapi dengan ‘didikan’ akan didapat ilmu yang kemudian dapat
diaplikasikan pada posisi yang tepat.
Saya
memisalkan dengan betapa pentingnya didikan orang tua akan nilai-nilai agama
dan moral. Dari didikan itu seorang anak mendapat ilmu pengetahuan.
Hemmmm,
lalu ilmu tanpa didikan? Ya, tidak semua ilmu tanpa didikan itu tidak bagus. Misalkan
dengan membaca buku. Tidak perlu bimbingan, ilmu kita bertambah. Tinggal kita
sendiri yang harus tahu cara mengaplikasikannya dengan baik meski tanpa
didikan.
Bagaimana?
Ini hanya pendapat saya. Menulis hasil diskusi bersama teman-teman yang ternyata
baru saya sadari ada salah paham mengenai makna pendidikan di kepala
masing-masing. Jika dipikir, memang ya. Saat ini makna ‘pendidikan’ hanya
terpaku pada sekolah formal. Pantas saja semua memilih ilmu.
Loh,
lalu sebenanya mana lebih penting. Menurut saya lagi.., keduanya harus berjalan
seimbang. Saya sendiri butuh didikan agar ilmu yang saya dapatkan dapat
berjalan sesuai dengan yang seharusnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar