Setiap kali
tidur dan ketiduran, aku selalu. Berapa lama kutertidur? Dan saat menyadari
durasinya, aku menyesal. Mengapa harus bertambah dari target. Ini terlalu
banyak. Cukup lima jam saja.
Jika waktu
berlalu terlalu cepat, aku pun bertanya. Dan mengkalkulasikan aktivitas apa
yang kulakukan tadi.
Coba lihat. Waktuku
masih banyak yang tersiakan L.
Aku belum melakukan banyak. Belum. Belum.
Tapi kata sesal
juga tak akan pernah bisa mengganti semua yang tlah hilang. Tak akan pernah.
Ada banyak yang
tak kuketahui di luar sana. Dan aku harus mencari tahu.
Allah bangunkanlah
aku. Jadikan aku berdiri tegak di jalan ini dan terus berlalri mengejar
ketertinggalan. Tak peduli seberapa payah lagi.
Jika aku sampai
pada jalan buntu, bantulah aku merobohkan temboknya. Jika tanpa tembok, bantu
aku menciptakan jalan-jalan kecil untuk sampai pada tujuannku.
Kita tidak hanya
harus menyeru pada kebaikan. Tapi juga mencegah kemungkaran. Di sini ‘sesuatu’
yang kudapatkan. Apa yang tida kudapatkan di sekolah. Apa lagi bangku kuliah
dengan dosen-dosen yang cuek (meski tidak semua).
Ah, hidupku
mungkinkah masih sangat panjang?
Sebentar lagi
pendaftaran maba dibuka. Dan syetan
meniupkan angin sepoi sepoi. Menggoyang tubuhku pelan. Bertahan di sini atau ku
melangkah mencari jalan lain? Tidak. Tidak perlu pergi. Apa kau ingat betapa
payahnya usahamu mencapai jalan ini?
Kutulis apa yang
ingin kutuliskan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar