Sebuah
perbedaan adalah jurang pemisah. Meski tak jarang ia menyatukan
Jurang
pemisah, akan semakin menyulitkan. Terutama jika ia terlalu dalam
Di
tempat yang bersebrangan. Merasakan hembusan angin walau ia tak terlihat
Dari
kejauhan, sesuatu nampak begitu indah, tanpa berpikir barangkali ia kesemuan
Berpijak
pada tanah, tapi ingin menggapai langit. Buat dulu gravitasi terbalik
Cukup
di sini, menatap lamat jejak kaki sendiri
Bisa
saja aku mati, jika sekejap angin menerpa lembut
Menghimpun
pasir yang berserak
Mencoba
mengintip takdir, tapi mustahil
Sadar
sendiri saat mendikte Tuhan
Mengemis,
meminta tanpa usaha
Malu
sendiri dengan berkaca
Masih
di tangga terendah
Terus
mendaki, walau tertatih
Ada
luka yang masih belum sembuh
Entahlah,
aku sendiri terkadang lelah tuk melangkah
Tapi
sesuatu itu ada di sana
Lihatlah!
Sadarilah! Sungguh pun mata tak menjangkaunya
Tak
ada tembok tak tertembus, jika Rabb beri titah-Nya
Penjarakan
diri
Nikmati
ala kadarnya
Kuasai
area
Esok
pintu kan terbuka
#ketar-ketir
jiwa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar