Masa
lalu tak akan pernah kembali. Menyenangkan bila ia bahagia. Menkutkan ketika ia
berupa dosa.
Seperti
pecahan piring, tak akan kembali sempurna. Menyatukan pecahan demi pecahan
bukanlah perkara mudah. Tidak mudah tapi bisa. Kalau pun bisa, memang tak akan
sempurna. Jangan kecewa. Resiko pilihan masa lalu. Ambil pelajaran berharga. Jangan
ada piring pecah kedua, ketiga, dan seterusnya. Keledai tidak akan tersandung
dua kali. Kita bukan keledai. Kita lebih cerdas. #sadariitu
Jangan
bersedih. Bukanlah mereka yang paling baik itu yang tidak pernah berbuat dosa. Namun
mereka yang bangkit dari keterpurukan. Menyadari kesalahan itu mudah. Tapi memperbaikinya,
berlari, dan berjanji tidak akan mengulanginya, itu yang susah. Dalam setiap
kesulitan dan tekanan itulah buah pahala yang besar menunggu. Yang perlu
diingat, itu bukan alasan untuk terus melakukan kesalahan. Sebisanya menjaga
diri tetaplah amat sangat penting.
Sahabatku,
kulurkan tangan kepada engkau yang berlari dari jurang penderitaan. Kan kubuka
pintu selebar mungkin guna menyambutmu. Mari kubantu bersihkan lumpur dan noda
hitam yang melekat. Tidak mudah memang, tapi asal kau mau, maka kita bisa. Tak peduli
seberapa lama prosesnya. Aku hanyalah saudara seiman yang tulus menjulurkan
tangan.
Ini
hidup kedua. Mengawali semua cerita dengan membingkai pahala. Kita hidup lagi. Matahari
bersinar lebih cerah, langit biru semakin luas, hijau dedaunan menampakkan
sejuknya, warna-warni pelangi berikan sejuta makna, kicau burung terdengar
lebih merdu. Kan kau dengar tasbih semesta memuji-Nya. Ada banyak hal yang baru
kausadari setelah penyucian yang panjang.
Uhibbukum
fillah. Love u all. Semoga kelak bertemu di surga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar