Ada
orang yang tak sadar dirinya menjadi “publik figure”. Beberapa kelebihan
membuatnya lain di mata orang lain. Ia dihargai, dihormati, disegani,
disenangi, disukai, meski lagi-lagi ia tak menyadari. Lalu berbuatlah ia sesuka
hati. Menganggapnya perkara biasa yang tak akan jadi “bom waktu”. Ia melakukannya
hanya sekali.
Tapi...
Waktunya
habis. Bom meledak. Ia baru menyadari setelah sesuatu yang ia bangun sendiri
hancur berkeping-keping. Memusnahkan semua. Kini susah payah ia membangun dari awal. Akan lebih sulit
karena ia memperbaiki apa yang sudah rusak. Sesal tak berarti. Masa lalu
hanyalah sesuatu yang tertinggal di belakang. Tengok saja sesekali lewat kaca
spion. Jangan menoleh terlalu lama. Hilang kendali, ada lubang bisa buat
celaka, masa lalu suram terulang kembali. Sesekali saja, tengoklah sesekali. Di
hadapan terbentang jalan yang jauh lebih panjang, lebih penuh tantangan.
Apakah
kita bagian dari orang-orang ini?
Waktunya
masih cukup. Masih ada desah nafas hingga kini. Kalau pun kita menjadi bagian
mereka yang kecewa pada sang Publik Figure, maka jangan jatuhkan diri padda
lubang yang sama. Kalau pun kita bagian yang mengecewakan, maka janga lakukan
kedua kali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar