Corat-coret

Harus apa? Ketika mata ini tak mampu terpejam. Menatap lekat mimpi yang bergelantungan di atas plafon. Mungkinkah hari ini maish sama dengan kemarin. Sudah berusaha maksimalkah saya? Semaksimal apa? Oh, inikah yang disebut maksimal?
Lelah menggerogoti sendi-sendi tubuh ini. Ketika diri bertanya haruskah saya berhenti? Tidak, cinta menjawabnya. Jangan pernah berkata menyerah. Jangan pernah berhenti dari perjalanan panjang ini. Terus berjalan meski setapak demi setapak.
Tarik aku. Seret aku. Ayo, bantulah aku berdiri saat terjatuh dan sakit. Rabb, beri kekuatan tuk bangkit. Mereka bisa, mengapa aku tidak?
Ada yang lelah karena mimpi tak berkesudahan, hanya terus menjadi mimpi, tak terealisasi. Ada pula yang lelah karena terus menciptakan mimpi. Satu tercapai, ada lagi. Tercapai, ada lagi. Katanya ia belum puas. Ah, dasar manusia.
Tapi di dunia UUD (Ujung-Ujungnya Duit) ini orang bilang hanya yang berpunya yang boleh bermimpi. Nyatanya mimpi tidak gratis. Tentu saja, dunia kapitalis menuntut manusia jadi materialis. Semua diukur dengan duit. Ada duit gue disayang, gak ada duit gue ditendang. Begitu kah?
Kalau gitu kasian banget orang-orang “bawah”. Hiks. Fakta terbeber lebih dari cukup. Buta mata lebar-lebar kalo belum nyadar. Belum nyadar juga? Butuh ketimpa batu dulu ya? Kalian bukan nggak tahu or sadar barangkali. Yupz, tapi tidak mau tahu. Itu penyakitnya. TAK MAU TAHU. Hidup ya hidup elo. Urus aja sendiri. Gue bahagia dengan diri gue. Nah lho! Kalian enak hidup  nyaman, so, gimana dnegan yang di lluar sana?
Saya pusing dengan problematika ummat. Wah, gayanya sok banget ya? Ah, tapi ini kenyataannya. Terpecah belah nggak jelas juntrungannya. Ada yang ngaku muslim tapi akhlak sama sekali nggak islami. Ini dia salah satu biang kerok. Pemuda-pemuda pun terkena wabah 3f (fun, food, fashion). Wow. Untuk yang fashion ini saya masih berdecak jengkel. Ckckck. Di mana-mana hijab gaul bertebaran. Saudariku.., tapi saya berbaik sangka. Mungkin saja kalian belum tahu. Kalian harus mencari tahu. Saya pun harus memberi tahu. Agar kita sama-sama tahu. Jangan tak mau tahu. Nggak enak kalau Cuma makan tempe (sorry efek lapar di malam hari)
Saya manusia biasa, tak lepas dari khilaf dan salah. But terus optimis donk. Perbaiki diri. Bersama kita bertransformasi. Wah-wah. Saya pilih warna biru ya (apa maksud?)
Tulisan saya menjalar ke mana-mana ya? Saya sadar kog. Seperti akar serabut yang rumit. Kemana-mana pembahasan ini. Yah, di sela kelelahan dan kengantukan, diiringi rintik hujan, di sini kucoretkan gundah gulana hari ini.
Btw baru saja kita melewatkan “hari ibu” ya? Ah, kawan, sayang ibu tak mesti setahun sekali kan? Setiap hari adalah hari ibu. Siip!!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar