Mozaik

Manakah yang lebih baik? Mereka yang tak pernah melakukan kesalahan fatal ataukah mereka yang bangkit dari keterpurukan? Entahlah, setiap dari kita tentu memiliki alasan tersendiri. Kalau bicara soal kemuliaan, maka itu bukan ranah kita. Siapakah yang mampu menilai dengan keadilan sesungguhnya selain Allah? Melihat ke dalam hati nurani manusia? Berbicara soal derajat pun wallahua’lam. Kita tidak berhak mengatakan si A lebih mulia dari si B. Si C lebih bertaqwa dari si D. Berhakkah mata yang terbatas ini?
Jangan pernah meilhat seseorang dari masa lalunya. Dulu mereka preman, faktanya sekarang jadi ustadz. Jangan dibalik, mereka ustadz tapi kan dulunya preman. Ketika seseorang menjadi lebih baik hari ini usahaln mengusik masa lalunya. Usahlah mengorek-ngorek masa dulu. tak cukupkah kita bersyukur dengan keadaannya saat ini?

Pernah terlihat oleh kita sebuah mozaik kaca yang indah, terbuat dari serpihan kaca yang pernah terserak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar