Kita
bisa tertawa mengingat sengsara di masa lalu
“Dulu
saya kebanjiran di kost. Haha. Baru sadar waktu bangun tidur.”
“Saya
pernah jatuh dari motor. Bukan sakit yang terpikirkan waktu itu, tapi malu. Hehe.
Lihat, nih masih ada bekasnya.”
“Ckckckck.
Waktu masih kuliah dulu bahkan saya pontang-panting kerja untuk biayain kuliah.
Alhamdulillah sekarang sudah begini, sukses.”
Ya,
kesengsaraan, kepedihan, derita kita di masa lalu adalah lelucon jenaka tuk
hari ini. Tapi bagaimana jika masa lalu adalah hari ini. Ia masih menjadi hari
ini, tak lekas pergi.
Derita
untuk mereka masih berlangsung hingga kini. Tuk saudara-saudara kita. Dan ketika
kemarin, hari ini, dan esok tak ada lagi, derita itu akan menjadi kisah manis di
jannah-Nya, bukan sekedar lelucon belaka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar