Hanya duduk di
sini, memandangi ia yang berdiri di depanku, di hadapan banyak orang. Bergumam meyakinkan
diri sendiri, “aku juga bisa, aku pasti bisa”. Terus menerus seperti itu. Akankah
ada perubahan? Tentu tidak. Hanya akan berubah jika mencoba berdiri walau
dengan kaki gemetaran, lidah terpleset mengucap beberapa patah kata, tangan
dingin, dan mata yang tak henti berkedip. Tapi masih lebih baik daripada diam,
beraksi cukup dalam hati.
Aku, kau, dan
mereka. Seringkali kita merasa bisa. Saat itulah kita jadi sok bisa. Akhirnya minim
upaya mencoba. “Ah, nanti saja. Gampang. Aku juga bisa.” Bisa apa? Bisa omdo? Bisa
NATO?
Kita, jangan
menjadi takabbur. Merasa besar dan bisa segala. Ah, itu sih semua orang bisa. Toh,
hanya merasa, belum mencoba. Ketika kau mulai start baru akan terasa susahnya,
sulitnya, tapi bukan berarti tak bisa. Mereka bisa, kenapa kita tidak?
Membangkitkan kesadaran
dari diri sendiri itu penting dibanding terus menerus mencari motivasi
eksternal. Jadilah motivator untuk hidup kita pribadi. Jangan pernah bergantung
pada orang lain. Senyum, katakan pada dunia, “Saya luar biasa hari ini. Saya akan
berjuang.” Berikan image keceriaan. Tertawa bahkan dalam keadaan sesulit apa
pun.
Kita punya
masalah sendiri-sendiri. Kita juga punya tantangan berbeda-beda. Maukah anda
diuji dengan masalah yang sama bertahun-tahun selama hidup? Tentu tidak. Masalah
yang itu-itu saja menandakan anda belum bisa mengatasinya. Karena itu Allah
mendatangkannya lagi dan lagi. Hingga Dia yakin, kita mampu menghandle. Setelah
itu barulah ujian lain datang. Ganjarannya derajat yang lebih tinggi. pastinya
berlaku hukum biimplikasi. Jika dan hanya jika anda menyelesaikan masalah
dengan berpegang pada hukum syariat.
Oke, enough for
today. Saya pun ingin selalu menjadi lebih baik. Tak ada manusia yang sempurna,
hanyalah ada manusia yang selalu ingin memberikan yang terbaik untuk Rabb-Nya.
Have nice day...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar