'ALAAMAH AL-HUBB

Buka-buka buku lamaa. Hem..., menemukan ilmu yang hampir terlupakan. Maa zaalika? Ya’ni ‘ALAAMAH AL-HUBB or TANDA-TANDA CINTA. Wuih... yang punya bukunya mungkin dah tau nih ya? Ssstt! Jangan bilang-bilang dulu. Setalah diotak atik tambah sana sini. Olah kata. Tambah bumbu ala kadarnya ala saya ala BYWnE, jadilah tulisan singkat ini. Coz yang aslinya super panjang. Hihi.
Oke. Apa aja itu tanda-tanda cinta? Simakkkk...
1.       Katsrah adz-dzikr (banyak mengingat)
Mencintai Allah berarti banyak mengingat-Nya. Hati dan lisan senantiasa menyebut dan mengagungkan nama-Nya. Hanya Dia yang ada dalam setia nafas, detak jantung, denyut nadi, dan setia detik kehidupan kita. Dzikir terucap tiada henti. Syukur dan sabar. Dari sekian banyak memori tentang orang-orang yang kita kenal, ingatan akan Allah mendominasi. Itulah tanda cinta. Nah lho? Udah merasakan tanda ini belum?
Penelitian  F.N Pits Jr dan J.N Mc. Lure dari Washington University membuktikan bahwa mengingat Allah (berdzikir) akan mengakibatkan konsumsi oksigen menurun dan produksi gelombang alpha seimbang sehingga terjadi penurunan lactace darah. Lactace sendiri adalah zat ayng diproduksi metabolisme urat saraf sehingga seseorang merasa tenang. Penelitian David R Frew juga mneyatakan terjadi peningkatan produktifitas otak bagi mereka yang berdzikir. Wah, wah. Keren ya?
Sementara itu..., cinta selain Allah  menurunkan banyak  sirkulasi darah ke otak. Akibatnya, aktivitas sel-sel otak menurun. Begitu pula dengankecerdasan otak. Me-Nu-Run.
2.      Al-‘ijaab (kagum)
Subhanallah. Indah sekali langit malam ini. Betapa besar kuasa-Mu ya Allah. Engkau ciptakan langit dengan taburan berjuta gemintang sebagai penghias.
Pernah berucap seperti itu?
Kalau ya, bersyukurlah. Sebab itulah salah satu tanda kecintaan pada Allah. Ya, kagum. Lihat aja. Saat kita kagum pada seseorang, kita memuji kecantikannya, ketampanannya, kecerdasannya, kepandaiannya, kelebihannya, kekayaannya (ups!). hehe. Itu sebagai contoh saja. Yupz, begitu pula cinta kepada-Nya. Kita memuji keagungannya. Bahkan lebih dari kekaguman kita pada makhluk. Tentu saja. Sebab Allah kan yang menciptakan.
3.      Ar-ridha (rela)
Rela,rela,rela. Susah ya? Nggak kok. Malah justru menimbulkan ketentraman hati. Hey, Allah itu sayang pada hambanya. Ia mencintai hambanya lebih dari sang hamba mencintai-Nya. Kalau kamu memang mengaku cinta dan sayang Allah, kamu akan rela. menerima segala cobaan dan ujian dari Allah dengan penuh sabar, ikhlas. Yakin ada hikmah dibalik semua yang Ia berikan. *_^
4.     At-tadhhiyah (rela berkorban)
Kebayang nggak kamu ikut berperang fisabilillah sebagaimana di zaman rasul dulu? Atau nggak usah jauh-jauh deh. Lihat saudara-saudara kita di Palestina. Mereka berperang demi menegakkan agama Islam. Mengapa? Sebab mereka semua cinta pada Allah. Mereka rela berkorbann sesuatu yang amat berharga yaitu nyawa. Demi apa? Demi sesuatu yang lebih berharga, yaitu syahid. Menjadi seorang syuhada.
Mau?
Jika kamu cinta Allah, pasti kamu bilang ya. Yah..., meskipun cara berkorbannya mungkin berbeda. Bukan dengan berperang. Misalnya aja berkorban harta. Menyumbangkan sebagian rejeki untuk saudara kita yang membutuhkan.
5.      Al-khauf wa raja’ (takut dan harap)
Aku takut kehilangan dia. Aku berharap dia menjadi milikku. Itukah yang kamu katakan saat mencintai doi? Itulah tanda cinta. Pada Allah? Samakah? Hemm..., sama. Saat mencintai Allah, yang ada adalah ketakutan jika Allah tidak memperdulikan kita lagi. Allah cuek. Allah marah. Itu yang kita takutkan. Apa lagi disaat sadar bahwa telah berdosa. Istighfar berulang-ulang memohon ampunan darinya. Kita takut azab Allah akan turun menimpa. Berharap Allah memaafkan dan melimpahkan karunia.
6.      At-thaah (mentaati)
Ini dia yang terakhir. Ngaku cinta Allah? Udah shalat dengan benar belom? Udah jauhi larangan-Nya? Belum? Kalau begitu bukan cinta. Yang namanya cinta itu kan pasti taat. Kamu rela disuruh ini itu sama si doi. Kamu rela melakukan ini itu demi dia. Bahkan sampai menyiksa batin kamus sendiri. Kamu rela. Kenapa? Udah terlanjur cinta sih. Huft. Harusnya gitu juga dong cinta pada Allah. Jalankan perintah, jauhi larangannya. Bukan sebaliknya. Jauhi perintah, dekati larangannya. Cape deh!!!!!!!!!!!!!

Sumber : materi tarbiyah untuk remaja ( mbak Ije)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar