Hampir satu tahun rasanya tak pegang handam
lagi. Menggores tinta. Mengukir huruf-huruf Al-quran yang begitu menyenangkan.
Ada tsulus, naskhi, farisi, riq’ah, khufi,
diwani, dan diwani jali.
Buat sobat yang gemar kaligrafi dan pengen
ikut lomba, ane punya resep dikit. Dikit karena saya pun masih belajar ^_^
1. Buat yang beraliran naskah, cari handam
yang hitammmmm banget. Makin hitam makin ringan. Makin oke. Makin sip. Makin ringan.
Enak deh pokoke.
2. Bikin sket. Kalau ragu untuk langsung tulus
pakai tinta, buat aja dulu sket hurufnya. Saya sih lebih sukanya langsung tulis
aja. Sket itu agak lama. Tapi kalau mau ya lebih bagus lagi.
But, (setahu saya) sepupu-sepupu saya yang
pulang dari lemka dah pada mahir. Nulis tanpa sket. Nggak tahu juga waktu
lombanya sih. Hehe. Jadi tanpa sket itu selain cepat, juga jadi kelihatan
keren. Hoho.
3. Pertama belajar biasanya dari naskhi. Huruf
dasar dan standar. Kata guru-guru saya malah di khot ini yang susah. Ah, masa? Nggak
ada yang susah kalau mau belajar.
Selama beberapa hari, tulislah huruf yang
sama. Kalau alif yang alif saja. Ba ya ba saja. Begitu. Malah ada guru saya
yang sebulan Cuma nulis satu huruf. Tuing-tuing. Beliau ingin benar-benar bisa.
Kalau sudah mahir satu huruf, baru belajar huruf lain. Alhasil, pernah masuk
nasional tuh. Dapet hadiah umroh. Wah, jadi pingin. Nyam-nyam.
4. Tulis dari kiri
Ini terkecuali untuk yang kidal. Kenapa dari
kiri? Ini agar tinta yang baru kita goreskan tidak terkena tangan. Kalau terkena,
siap-siap aja tulisan jadi kotor bin lecek.
5. Suasana hati menulis kaligrafi biasanya
harus dijaga. Ini pengalaman pribadi sih. Menulis saat marah hanya akan
menghasilkan tulisan yang nggak memuaskan.
6. Jangan ragu mengambil satu goresa. Saat ragu,
yakin aja tulisan jadi nggak mulus lagi.
7. Untuk yang beraliran dekorasi, siapkan
tenaga ekstra. Karena dekor itu menurut saya paling lama bikinnya. Satu triplek
saat MTQ. Gubrak! Fisik saya sih nggak tahu mampu atau nggak. Tapia da
kelebihannya nih. Salah tulisan bukan masalah. Tindih aja pakai cat dasar. Huhu.
8. Saat lomba, jangan malah terlalu fokus pada
hiasan. Pelajaran nih. Abang sepupu masuk prov beebrapa kali, tapi dia terlalu
fokus pada hiasan. Mal yang dia buat waktu itu yang paling rumit dan cantik. Eh,
sayangnya tulisan jadi nggak terlalu terperhatikan. Akhirnya hanya dapat juara harapan.
9. Latihan imla’. Sangat penting. Salah satu
sumbangan nilai besar ada pada imla’. Usahakan tulisan dan nilai imla’
sama-sama bagus ya. So, latihan dari sekarang.
10. Pilih tinta yang bagus. Cukup menentukan nih.
Jangan pakai tinta yang banyak kotorannya.
11. Pilih cat yang bagus. Selama ini setahu
saya cat yang bagus untuk dekorasi adalah merk mowilex. Tak tahu kalau ada yang
lain.
12. Aliran naskah bukan berarti bakalan nggak
ada hiasan. Ada. Kreatif-kreatif aja dari sekarang belajar buat bentuk-bentuk
unik dan indah. Jadi waktu lomba, kamu nggak terlalu mumet.
13. Lebih mateb kalau buat mal sendiri. Bukannya
pinjam. Tapi pemula biasanya bagusnya pinjem dulu dari mal-mal yang memang udah
cool. Hehe. Minta dibikinkan juga nggak apa-apa. Mana aja boleh.
14. Jangan grogi waktu lomba. Wah, grogi waktu
lomba bisa gawat loh. Handam, kuas, bisa gemeteran. Tulisannya jadi
gelombang-gelombang ntar. Jelek deh. Latih diri untuk PD. Kaligrafi itu paling
enak. Kalian nggak perlu jaga suara. Nggak perlu hafalan berbuku-buku soal (pengalaman
pribadi fahmil neh. Hehe. Botak kepala). Nggak perlu latihan melagukan suara. Nggak
perlu latihan intonasi, mimik, gaya, seperti sari tilawah.
Habis sudah. Tips di atas hanya setahu
saya. Banyak lagi yang lain. Nanti kita menemukan sendiri yang lainnya. Bye...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar