Tiada hari yang sesibuk ini dalam hidupku. Namun dengan
inilah kurasa hidup menajdi sangat bermakna. Satu pelajaran yang sangat
berarti. Manajemen waktu. Hal yang saat ini pun masih kutelusuri bagaimana
caranya?
Saat mimpi menajdi sekedar mimpi. Tidak. Tak ada kata itu
dalam hidupku. Dan saat ini diri merasa begitu terseret. Hanya menajdi penonton
kala orang lain meluapkan pengetahuan luas mereka atas hal yang sama sekali
baru bagiku.
Di sini diri ditempa. Ada sedikit kebanggan hidup mandiri. Ya,
berbeda dengan mereka yang bukan perantauan. Begitu berbeda hidup bersama orang
tua dibandingkan hidup sendiri. Saat alarm tak menyala, tak ada yang
membangunkannku. Tak ada yang mengingatkan saat diri khilaf. Tak ada yang
menaruh perhatian. Dalam hal ini maksudku ibu, ummi, bunda. “Syukurlah” (bukan “untunglah”,
sebab tak ada yang kebetulan di muka bumi ini) ada teman-teman seperjuangan
yang “juga terseret” dan akhwatifillah yang begitu menguatkan. Keep hamasah! Pesan-pesan
semangat dan kedamaian. Nasehat-nasehat yang menyejukkan. Berbagi dalam
kebersamaan terasa begitu indah. Belasan tahun menantikan momen ini. Ternyata baru
tertemukan di sini.
Terima kasih ya Allah. Akan ada hikmah luar biasa di balik
semua kesulitan ini. Tantangan yang luar biasa sedang dijalani. Melebihi orang
lain, akan terus berusaha. Bukan menajdi yang terbaik, tapi memebrikan yang
terbaik.^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar