Berjuta
tanya ad adi benakku. Apakah keinginan menajdi penulis ini akan menguap seiring
rutinitas yang begitu menguras waktu? Apakah akan begini? Begitu? Lalu baimana?
Pada akhirnya muncul pertanyaan, salahkah kuambil jalan ini? Lebih akhir lagi bertanya,
adakah yang salah dengan takdirku?
Tidak,
tidak. Allah tidak pernah salah menetapkan suatu jalan pada hambanya. Saat telah
kuusahakan semmapuku, hal lain adalah di luar batas kemapuanku. Dan harus
kuterima dengan penuh optimis. Bukan “bisa tapi sulit” melainkan “SULIT TAPI
BISA”. I can do it. Astati’. Ganbatte! Wa keep hamasah!
Begitu
banyak hal dan kejadian di dunia ini yang tak terprediksi. Dari yang remeh
temeh sampai pada hal luar biasa. Kok bisa sih dia...? kok bisa sih ini
terjadi? Wah, nggak masuk akal! Heran,...! subhanalah, luar biasa! Alhamdulillah!
Berbagai bentuk ungkapan heran, takjub, syukur, riang, gembira, terucap dari
bibir. Ya, sesuatu yang di luar akal dan menimbulakan kekaguman.
Tidak
masuk akal. Seseorang yang menjuarai olimpide metematika justru harus meneln
pil pahit UN karena nilai matematika yang anjlok. Tidak masuk akal, seseorang
yang biasa-biasa saja di sekolah justru lolos ujian masuk sebuah universitas
negeri ternama. Tidak masuk akal seorang penjual sayur bisa naik haji. Tidak masuk
akal ini itu begini begitu.
Ada
sesuatu. Di mata manusia tidak tampak. Dengan keterbatasan indera ini ada sisi
lain yang tak mampu kita lihat. Sisi yang dengannya Allah menetukan takdir
hidup luar biasa. Kedekatan dengan Allah, kemauan, kerja keras, dan doa. Itu? Ya.
Dan berbagai usaha lain. Plus jangan lupa. Sebiah hikmah luar biasa.
Taka
da yang perlu disesali dari kejadian hari ini. Bahkaan kedukaan luar biasa yang
menguras air mata. Sebelum air mata tumpah, sadarilah, akan ada hikmah di balik
dinding tembok tinggi dan berlapi itu.
Saudaraku...
semangatlah jalani hari ini ^_^!!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar