Kalibrasi dakwah


Saat semangat itu memudar, yang tinggal hanyalah kepesimisan, negative thinking, malas, bahkan kepenatan seujung kuku pun menjadi alasan sebebsar gunung Fujiyama. Dikatakan, semangat berdakwah tdaklah boleh kendur. Ia harus tetap membara sebab kondisi ummat muslim saat ini sungguh sangat memprihatinkan.
Namun, ada saat di mana tunuh begitu lelah. Mereka yang memiliki tekad kuat, keadaan ini bukan masalah. Senyum dan aktivitas... lanjut terusss. So, bagaimana cara kita agar dapat terus semangat???????????
Kalibrasi
Memangnya alat ukur?
Jangan salah. Dakwah pun butuh kalibrasi. Yaitu pengembalian ke titik nol saat dirasa semangat itu hilang. Kosongkan pikiran dan kembalilah ke titik netral di mana diri terasa kosong. Seolah masih polos dan oerlu diwarnai. Lalu cari suntikan berupa tausyiah atau berdiskusilah dnegan orang-orang saleh dan sukses. Tips lain, bacalah buku-buku yang “menyimpang”. Anda tahu maskud saya kan. Bisa tentan aliran sesat, buku-buku yang menghujat islam, atau buku-buku lain yang mampu menimbulkan kemarahan di hati sehingga semangat juang membara kembali. Bagaimana? Untuk yang terakhir tentu anda harus membentengi diri dengan akidah. Kalau tidak, biasa gawat.
Tips ini tanpa sengaja sepertinya sering tercoba ya? Iya. Mungkin anda saja tidak sadar. Mulai sekarang... dicoba ya...! oke? ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar