sekilas


Lelaki seumuran ibuku itu berdiri di depan sebuah pagar rumah mewah nan tinggi, kokoh. Di tangannya ada selembar kertas putih kecil. Matanya menengadah. Melihat lagi kertas kecil itu, lalu menengadah lagi. Kemeja biru itu sudah sedikit kotor. Kurasa ia telah berjalan cukup lama. Sebuah tas hitam tergantung di bahunya. Entah dia siapa. Dari yang kuduga, tentu ia bukanlah pemilik rumah mewah itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar