Aku
semakin sadar. Dunia perkuliahan ini penuh dengan warna-warna. Asam manis
kehidupan. Dan tengah kunantikan sesuatu. Berharap ia tidak pahit. Tapi tidak
tahulah.... sejarah menceritakan bahwa mereka pahit. Haruskah tercetak pula
mindset seperti itu di kepalaku?
Mental
ini sudah kupersiapkan. Sebuah senyuman yang tak berubah menjadi salah satu
modal utama. Selebihnya adalah sabar dan syukur.
Kutahu,
dunia penuh dengan persaingan. Di mana kita harus berkompetisi. Jika tidak,
menajdi mahasiswa abadi. Ah, tidak tidak. Bukan dengan kawan aku berkompetisi. Bukan.
Tidak ada rangking. Yang benar adalah aku berpacu dengan diriku sendiri. Melawan
rasa malas, kantuk, keinginan bersenang-senang. Aku sedang berkompetisi dengan
diriku sendiri. Bukan pula demi IP 3 koma.
Aku.
Aku biasa saja. Bukan seorang supergirl. Bukan seorang peraih medali emas
internasional. Namun sebisanya kuposisikan diri di ruang terbaik di dalam hidup
ini.
Jika
matahari redup hari ini, kan kuciptakan matahariku sendiri. Pun hujan plus
pelangi.
Karena
ku tak dapat memutar ulang waktu, kan ku genggan waktu yang ada di tanganku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar