Muhasabah

Pantaskah kita merasa...?
1.      Paling menderita hanya karena cinta.
 Padahal coba tengok saudara muslim di luar sana. Pembantaian, peluru, senjata kimia, bom, semua adalah makanan sehari-hari mereka
2.      Doa tak pernah terkabulkan.
Memangnya seberapa banyak kita jalankan perintah Allah? Menjauhi larangan-Nya? Mengamalkan sunnah Rasulullah? Sudahkah kita kaffah?
3.      Yang paling bertaqwa
Apa standar penilaian ini? Kebalikan no 2? Saat doa terkabulkan? Weits, cek-cek dulu doa macam apa itu. Seringkali kesesatan kita dibiarkan semakin jauh. Hilangnya kepedulian Tuhan. Silahkan intropeksi diri. Adakah yang bengkak di dalam hati?
4.      Tak ada yang peduli
Nggak sadar masih hidup sampai hari ini. Sampai detik menulis status galau @fb.
“gk da eang pedli ma quh”
“bosn hdp”
“npah hrus gni?”
Bukannya masih punya mata, hidung, telinga, tangan, lidah dan segala properti kehidupan? Bahkan masih bernafas. Ckckckck!!!!
5.      Tak dicinta
Beuh!!! Parah!!! Dikemanakan cinta orang tua? Kalau yang dimaksud adalah tak dicinta lawan jenis (baca: pacaran), coba fikir ulang. Tak akan ada cerita cinta sejati antara hubungan tak sah, tanpa ijab kabul. Yang ada hanyalah nafsu atas nama cinta. Kesemuan cinta. Silahkan baca segala buku tentang kepalsuan cinta jenis ini. Saya malas membahasnya ulang. Sebagai promosi, kudu baca Udah Putusin Aja by Ust. Felix Siauw.. ^_^ dijamin TOP BGT!!!
6.      Merasa paling, paling, paling, lanjutkan sendiri ya...
Intinya, begitu tinggi rasa tidak bersyukur seorang hamba. Menikmati segala nikmat tanpa sadar darimana ia berasal. Bercerminlah, kita bagian dari yang mana. Memang insan tak lepas dari salah dan khilaf. Apa salahnya kita minimalisir dan terus berubah, memperkecil frekuensi kesalahan berujung dosa?


#muhasabah bareng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar