Sebuah Ironi

Wahai manusia..., sampai kapan engkau merasa sebagai yang paling hebat, yang paling bisa, yang paling berkuasa?
Apakah nanti? Ketika (kau) akan mati...
Sejenak pejamkan mata, mencoba hitung nikmat hari ini, sanggupkah engkau?
Berlarilah menuju samudra, jadikan ia sebagai tinta.. ah..., tak akan pernah sanggup. Kau tak bisa

Sulit, berat hidup di masa ini
Berbicara dengan uang
Kecantikan jadi dagangan
Tentang fisik selalu menarik
Pacaran bagai cendawan
Tontonan jadi tuntunan
Agama dianggap candu
Hukum Tuhan diabaikan

Semoga mata kita terbuka. Semoga esok terlahir kembali. Semoga kita terpiih


Tidak ada komentar:

Posting Komentar