Hidup
seperti ini bagaikan mimpi. Kost. Dunia serba mandiri. Sejak pertama kali, aku
tahu ku harus menjaga diri. Yah, bukan tidak mungkin jauh dari orang tua akan
membuat seseorang “lepas dari kandang”. Jalan ke sana ke mari. Nampang. Cari
gebetan barangkali. Bertaransformasi. Kalau yang ini tak selamanya buruk. Bagus
jika transformasinya menjadi aisyah-aisyah modern. Lha kalau tidak?
Dunia
kampus indah ya? Pendapat kita boleh berbeda. Aku sendiri..., yah..., menurutku
indah. Sibuk itu menghidupkan hidup. Ckckckck. Benar? Dikejar deadline
mengasyikkan. Diskusi, forum, organisasi. Ada banyak temrpat menggali
informasi. Beberapa di antaranya bahkan harus diseriusi. Hemmm, dalam hal ini
menurutku organisasi dakwah. Why? Karena mnuntu ilmu agama adalah fardhu ‘ain,
yaitu wajib bagi setiap individu. Tidak ada beratnya toh? Nahhh, coba aja dulu.
Setiap
pedagang di pasar punya hak untuk mempromosikan dagangan mereka yang paling
berkualitas, paling manteb, paling bagus, de el el. Kembali kepada kita. Mau
cari barang yang bagaimana? Cek juga. Sesuai gak tuh koar-koar si penjual ama
realitas barang dagangan mereka. Setuju?
Well,
berorganisasi itu penting banget. Tapi, memilik organisasi itu jauh lebih
penting. Jangan sampai kita terlihat benar-benar sibuk sana sini, eh, ternyata
yang kita lakukan gak berharga sama sekali di hadapan Allah, gak sesuai hukum
Allah. Naudzubillah kalau malah sampai banyak melanggar. Jatuhnya jadi dosa
kan? Mau?
So,
pandai-pandailah memilih memilah. Bukan karena asas manfaat lalu kita utamakan.
Tapi cari yang paling sesuai dengan hukum syara’. Cari yang “aman”. Cari organisasi
yang membawa kita menuju surga. Organisasi yang konsisten pada jalannya. Yang dipenuhi
orang-orang berdedikasi pada agama. Yang berjuang dengan ikhlasnya. Cari yang
penuh tantangan, kesulitan, tanggungjawab, dan tuntutan perubahan. Duri-duri
ini akan membentuk kita lebih dewasa memaknai hidup. Oke. Good luck.!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar