Mendekatlah (lagi)

Ini belum saatnya berpisah. Nafas kita masih di dada. Jarak kita tak terbatasi samudra. Tak harus melewati gunung dan hutan belantara. Kita masih sama-sama ada. Kita hadir bersama, bertatap muka. Kita masih bisa saling melempar sneyum dan bercanda. Sesekali tertawa.
Tapi kejenuhan agaknya menjadi tembok. Hadirmu kini barang langka. Semangatmu perlahan sirna. Senyum ketulusan tlah tiada. Tubuh tak berjiwa.
Mencintaimu, karnanya takut kehilangan. Meski kau hanya memiliki sepersekian dari cinta yang harus kubagikan pada semua, tapi tetap berharga. Kau tetap berharga saudaraku.

Mendekatlah. Kembali dekap aku dan mereka. Kita bangun bersama. Kita bersama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar