Kelelahan Hati

Rabb, betapa inginnya hamba ini bertemu dengan orang-orang yang hanif. Mereka yang mau menjemput kebenaran dan hidayah
Rabb, seandainya pun mereka berlari, maka kuatkan hamba, kuatkan kaki ini tuk berlari jauh lebih kencang. Mengejar dan menggenggam tangan mereka penuh ketulusan
Hanya ini kah yang bisa kuperbuat hingga saat ini? Hanya secuil ini? Bahkan barangkali masih kurang dari itu.
Semakin hari terasa semakin panas. Bara api ini masih tergenggam. Akan terus, walau ia melelehkan.
Kutersenyum, ada yang berpaling. Kusapa, mereka diam tanpa kata. Kudekati, beberapa pergi. Kuajari, masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Kukejar, walau wajah mereka datar. Kuajak, meski mereka menolak. Kurayu dengan hati, katanya pikir-pikir lagi.
Haruskah aku lelah? Duduk, diam, lalu berhenti. Atau kujauhi jalan ini?
Tidak. Tidak.
Aku hanya seorang hamba. Banyak hal di luar kuasa. Kuusahakan pada prosesnya, tapi Allah pada hasilnya.
Tak ada tuntutan dakwah harus selalu sukses. Tapi yang terpenting, do the best.
Kelelahan hati manusiawi. Kendalikan emosi, kuatkan diri, melangkah lagi.
Penaku harus terus bergerak. Mengukir asa sebuah cita mulia. Tanpa peduli bermuara pada kertas polos ataukah penuh tinta dan warna. Hitam sekali pun.

Bismillah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar