Seuntai Kata

Ketekunan, ketika kita terus berusaha mencari pintu selain pintu-pintu yang telah tertutup
Keyakinan, ketika kita mampu bertahan di tengah kawan yang satu per satu berguguran
Islam datang dengan terasing, dan akan kembali terasing, maka beruntunglah orang-orang yang terasing
Menggenggam bara islam, panas, tapi teguhlah meski duniamu seakan runtuh, meski dunia menjauh
Kita adalah pion perubahan
Kita adalah para pejuang
Kita bukan sekedar manusia
Kita tak sekedarnya tercipta
Kita ada bukan tanpa makna
Kita hadir tak sia-sia
Di sini bukan dengan kuda, panah,  baju besi, tameng, atau pun pedang
Senjata kita adalah kata, kalimat, berbaris berjejer berjejal melesat menuju sasaran
Senjata kita adalah perubahan, dengan fikiran
Perang kita tak kasat mata
Ada yang bilang hanya ilusi, kita bermimpi
Ada yang bilang kita so’ tahu, tanpa mereka tahu menahu
Katanya cari perhatian, tanpa sadar merekalah yang perhatian
Kalau begitu genggam tanganku,
 Mari kita tercebur bersama
Mari kita  terperosok bersama
Mari kita jatuh bersama
Di sana, di tempat yang katanya indah, karena  ukhwah
Di tempat ternyaman, ada banyak teman
Pun juga asyik, dakwah di bawah hujan nan rintik
Gembira, miliki banyak saudara
Ah, pokoknya menyenangkan

Bertahanlah, istiqomah, tsiqah, berjuanglah
Terkadang angin sepoi-sepoi mampu menjatuhkan
Pegang erat tiang ruamah kita


Tidak ada komentar:

Posting Komentar