Hidup
di kota besar banyak pilihan. Makanan halal? Ada. Yang haram? Banyak
Mau
yang indah untuk mata? Ada. Yang ngebosenin? Banyak juga
Pengajian?
Tinggal dipilih. Tempat maksiat? Tinggal dicari.
Di
kota semua tersedia. Di sini semua ada. Di
sini bosnya adalah kita. Ingin jadi manusia baik-baik atau tenggelam dalam
dunia hedonis, kapitalis, materialistis. Pilihan kita.
Di
sini, kusaksikan beragam wanita, dari kategori cantik hingga yang paling cantik
menurut versiku. Perempuan-perempuan yang berjilbab dengan begitu anggun versi
Tuhan, dan mereka yang mempesona dengan sejuta warna dan mode. Cantik versi
manusia.
Tapi
tak begitu saja aku menjustifikasi. Apa lagi menyumpah dengan serapah. Tidak pula
dengan lantangnya menyatakan mereka penghuni kekal neraka. Tidak. Barangkali mereka
tidak tahu. Mereka belum tahu. Semoga mereka mencari tahu. Yang kutahu, ada
banyak orang yang sebenarnya sedang mencari kebenaran hakiki. Mencari sebuah
cahaya, benderang untuk menuntun keluar dari gelap gulita.
Yang
kumiliki kini hanya sebuah lilin. Berharap dapat menjadi obor. Menerangi lebih
dan lebih lagi. Ya, semoga.
Aku
tahu jalan ini berliku. Jalan kita. Kadangkala aku tersandung batu. Luka kaki,
hati, nyeri.
Aku
bangkit lagi. Raga ini hanyalah titipan. Akan tiba masa kuharus kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar