Pantaskah
kita disebut pengemban dakwah, sementara kepada saudara seringkali membuang
wajah, hanya karena perbedaan harakah
Ajarkan
binaan tebar senyum sapa dan salam, sementara diri bermuka masam
Berjabat
tangan, cipika cipiki, tapi kini berlalu pergi
Ada
rahasia, di balik tatapan mata yang menghindar tuk bersitatap
Yang
dulu asing, kini kembali terasing
Kehangatan
atmosfer kita membeku
Entah
kapan akan pecah
#yangmasihmencintaimuwahaisaudariku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar