Kita Belajar

Aku dan dirimu masih harus banyak belajar
Memangnya kalian tahu standar pintar?
Relatif?
Sebenarnya tidak
Yang pintar yang banyak ingat kematian, dan mempersiapkan diri tuk hadapinya

Postingan ini, hanya sebuah catatan kecil yang sebelumnya kusinggahkan di jejaring sosial
Bukan hanya ini, yang kemarin, lusa, sebelum-sebelumnya pun sama
Inspirasi kecil yang kutarik dari kolam imajinasi
Inspirasi kecil yang kukail dari lautan ilmu sang penginspirasi
Ketika telinga ini tak jenuh mendengar celoteh penuh makna
Selalu lagi dan lagi menghentakku
Lelehan air mata membasahi kalbu
Terkadang tawa terukir tatkala sindirmu begitu lucunya
Mengapa selalu mengena?
Lagi dan lagi

Sesosok inspirator perubahan
Mereka di mata ini
Apakah ku hanya bisa terpaku dalam mimpi tak berujud?
Aku bisa!!!
Seharusnya ku berlari lebih kencang menyambut mentari
Walau panasnya kugenggam dan melelehkan
Jauh lebih panas neraka-Nya
Harusnya kuberkorban lebih banyak lagi
Bukan kurang, masih kurang, masih kurang

Satu demi satu
Langkah demi langkah
Tak tahu ini tangga ke berapa
Naik? Tetap? Atau justru turun?
Janganlah kesombongan membusukkan hati. Berulat dan bernanah. Menjijikkan!!!
Usah iri, dengki, riya, dendam, dan benci bersemanyam di hati. Racun!!!


Jangan perlahan tapi pasti jika kau mampu untuk berlari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar