Doa

Aku dan kamu tahu bahwa doa kita terkadang tidak langsung terkabul. Ada jeda panjang. Di sanalah letak kesabaran. Allah membayarnya tidak kontan. Ada pula yang tidak terkabulkan sama sekali. Sadar atau tidak Allah telah menggantikannya dnegan yang lebih baik, yang kita tidak memintanya.
Berbicara tentang terkabulnya doa. Kupikir ini saatnya menabung. Yah, menabung sebuah doa setiap hari. Tak peduli kapankah ia terkabulkan. Tak peduli Rabb menjawabnya atau menggantinya dengan yang lain.
Ketika kuberharap dapat menjadi seorang guru yang “tidak biasa” maka akan terulang doa yang sama setiap kali tangan ini menengadah dan berharap. Pun ketika berharap dapat menjadi seornag hamba yang shalehah. Menjadi seorang yang teguh di jalan-Nya.
Sebagai hamba kita meminta dan berusaha. Terkadang malu. Apa yang tidak diberikan coba? “maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan?”
Ayat di menyindir dengan cukup keras bukan?

Let’s be better 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar