Wahai
diriku, ketika tubuh ini begitu lelah karena urusan duniawi, ingatlah ia memang
tak akan pernah ada habisnya
Akan
selalu ada kecewa, kegagalan-kegagalan, jatuh-bangun dan jatuh lagi...,
Dunia
menguras tenaga, memeras isi kepala, letihkan hati dan jiwa
Kebosanan
terkadang datang melanda
Diikuti
si malas, semangat seolah habis tergilas
Berkejar-kejaran
aku dan dia, si target ini dan itu
Datang,
menghilang, muncul lagi, lalu pergi, tanpa henti
Diriku,
bukan dunia yang tak adil, tapi orang-orangnya...
Jangan
pernah persalahkan takdir
Wahai
diriku...,
Mereka
menilai batas kemampuan, sedang mereka sendiri makhluk yang terbatas
Hanya
punya, telinga, mulut, hidung, mata, dan indera lainnya
Orang-orang
yang sok tahu segalanya, mencoba menerka
Tapi
jangan adili mereka
Barangkali
tak sadar, khilaf, alpa
Ketika
engkau, diriku, terlalu lelah berlari, ingatlah kisah tentangnya
Tentang
MATI
Tentang
mati yang amat pasti
Tentang
mati yang tak bisa kau hindari
Tentang
mati...
Kau
bawa apa?
Kau
bawa apa?
Hidup
ini Cuma sekali
Bukan
berarti bebas dinikmati
Hidup
tak akan kembali lagi
Jadikan
ia penuh arti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar