Ayah

Ketika ku sering bercerita tentang ibu, bukan berarti ku tak sayang padamu ayah.
Aku tak akan lupa. Si kecil menangis dalam ayunan, meminta susu. Bukan asi. Sebab ia telah disapih sebelum genap dua tahun. Adik bayi telah mengantri. Menunggu giliran tuk segera lahir. Hanya terpaut satu setengah tahun. Ia mengalah karena memang harus mengalah. Jadilah susu formula jurus ampuh. Walau ayah ibu sangat tak tega.
Gadis kecil itu masih menangis. Ayunan bergerak-gerak. Ibu tlah pulas. Terbangunlah ayah meredakan tangis anaknya. “sushhhhh”. Setelah itu ia beranjak pergi. Menyeduh sebotol susu tuk buah hati.
Ayah cinta
Remaja itu tak dapat tidur. Gelisah, ke kanan dan ke kiri emmbalik-balikkan posisi tidurnya. Mengaduh, merintih, beristighfar. Kaki ditekuk melipat, tangan mencengkram perut. Peluh membasahi. Ia kesakitan. Dipaksa kaki melangkah.
“Bi, sakit perut”
Lelaki itu amat sensitif. Sedikit saja ia mengguncang tubuhnya, matanya terbuka lebar, bangun dari tidurnya. Dan tak lama ia datang dengan sebotol air hangat. Menemani sang buah hati dengan kasih sayang, hingga pagi menjelang.
Ayah cinta
Matahari bersinar amat terik. Tapi  seorang laki-laki dan wanita berkerudung masih berjalan tergesa, tak henti menyambangi satu per satu rumah yang mereka lewati.
“Berapa per bulannya, Bu?”
“Delapan ratus ribu” jawab wanita itu.
“Ah, mahal Bi. Cari yang lain aja.” Perempuan berkerudung itu setengah berbisik mengisyaratkan untuk pergi.
“Kalau memang bagus nggak apa-apa, asal neng enak belajarnya.”
Ayah cinta. Mengorbankan apa saja. Waktu, uang, tenaga, pikiran, dan lain-lain tak terhitung jumlahnya.
Ayah cinta. Ruginya jika cintamu tak terbalaskan. Padahal masih ada waktuku hingga detik ini,

Ayah cinta, biarlah cintamu kubalas dengan caraku, walau mereka menentangnya, asal Rabb-ku meridhainya. Yakinlah akan baik-baik saja. Engkau hanya perlu berdoa. Dan ku berharap kita akan ada di jalan yang sama, suatu hari. Dulu diwaktu kita berbincang tentang politik, adalah hal yang amat seru. Suatu hari akan ada lagi masa itu. Tapi kita akan berubah pikiran. Kau dan aku. You and me. Kita. Ia dari sudut pandang yang berbeda. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar