Banyak
orang yang mencoba definisikan apa itu “cantik”. Tapi melihat realita saat ini
maka yang disebut cantik adalah,
1. Cantik
itu..., wajah bersih dari jerawat (iklan anti jerawat)
2. Cantik
itu..., tak ada lagi hidung landak (iklan anti komedo)
3. Cantik
itu..., kulit bebas dari minyak (versi ngurangi minyak berlebih)
4. Cantik
itu..., wajah merona bersinar (pelembab with anti uv)
5. Cantik
itu..., bibir berkilau (pake lipglos)
6. Cantik
itu..., bulu mata tebal (maskara)
7. Cantik
itu..., kulit putih mulus (versi lotion)
8. Cantik
itu..., kulit mulus bebas bulu (pencabut bulu)
9. Cantik
itu..., tubuh langsing (susu tanpa lemak)
10. Cantik
itu..., tumbuh ke atas gak ke samping (susu peninggi)
11. Cantik
itu..., gigi putih bersih (pasta gigi)
12. Cantik
itu..., wangi... (iklan parfum)
13. Cantik
itu..., modis (barang-terbaru)
14. Cantik
itu..., rambut berkilau
15. Cantik
itu..., rambut tanpa ketombe
16. Cantik
itu..., kulit tanpa cacat (penghilang bekas luka)
17. Cantik
itu..., awet muda karena minum jus
18. Cantik
itu..., bla bla bla
19. Tambahin
sendiri
Nah,
banyak kan definisi cantik? Itu belum semuanya. Kalian pasti dapat menambahkan
lebih dan lebih banyak lagi.
Bahagiakah
kalian para wanita dengan banyaknya definisi cantik di atas? So, kalian bisa
pilih salah satu dari sekian banyak untuk terkategori cantik? No! No! Tidak wahai
wanita. Kalian dituntut tuk penuhi semuanya. Kalau pun kalian tidak mau, maka
dunia “cantik” ini akan menciptakan tokoh-tokoh yang konon terbilang sempurna,
memenuhi banyak kriteria tersebut. Mereka yang terlihat sukses dan bahagia
dengan semua kesempurnaan. Setelah itu kalian akan terdorong dengan sendirinya
tuk menjadikan mereka idol. Kalian, sebisanya berupaya mewujudkan
tipikal-tipikal buatan para “kapitalis produk”. Kalian akan semakin gila, jadi
boneka.
Duhai
wanita, padahal engkau tercipta sudah begitu indah. Apalagi yang kurang? Dengan
kealamian itu saja kau bisa menjadi racun, apalagi sekarang?
Di
sana-sini kau permak tubuh itu, yang notabene hanya titipan.
Diet
ini itu, menyiksa diri, tak makan beberapa hari, bahkan bisa mati
Obat
jadi candumu, berharap dapat penuhi hasrat hati
Saat
kau mulai sekutukan Dia, demi yang kau sebut pancarkan aura
Aduhai
wanita, racun dunia
Padahal
tahukah wahai wanita, engkau dapat jadi permata berharga
Hanya
jika kau tanggalkan nafsu dunia
Hanya
jika kau biarkan diri apa adanya ia tlah ciptakan
Hanya
jika dzikir hiaskan lisan
Indahnya
akhlak di keseharian
Akidah
tak tergoyahkan
Berdakwah,
syarat kehidupan
Engkau
mutiara,
Biadadari
surga dan dunia
Engkau
berharga
Miliki
hati yang cantik, walau raga tak sempurna
Engkau
akan jadi menarik, hanya bagi mereka yang istimewa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar