Memang,
semangat saja tidaklah cukup membuat kita bertahan. Ketika semangat itu hilang,
habislah sudah. Segala sesuatu terasa berat, ogah-ogahan, malas-malasan,
asal-asalan, lama kelamaan mandeg beneran. Kalau pun tidak, kacaulah hasilnya,
tidak memenuhi target.
Maka
dari itu butuh sesuatu yang mereka sebut “The Strong Why”. Sebuah alasan kuat
mengapa dan untuk apa. Ini pun tidak bisa sembarangan. Strong Why yang hanya
bersifat keduniawian bakalan kadaluarsa. Tahukan dunia dan dan seisinya fana? Yah,
begitu pula orientasi dunia, bersifat semu. So, hadirkan ruh dalam setiap
perbuatan. Niat karena Allah, dan jalani proses tetap pada koridor hukum syara’.
Jikalau tujuan seperti belum mendekati “tercapai”, hem, yakinlah tetap ada
ganjaran pahala untuk usaha. ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar