Mencari
seorang sahabat memang tidaklah mudah. Barangkali sesusah mencari jarum di
tumpukan jerami. Atau bahkan lebih dari itu. Apalagi jika kriteria yang
diharapkan adalah versi manusia. Lebih tepatnya versi ‘ego masing-masing’. Cocok
menurut kita, tapi ia merasa biasa saja. Pas menurut kita, tapi lama-kelamaan
ada saja yang kurang sreg. Sudah yakin di hati, tapi dia mengkhianati.
Sudahlah.
Berhenti saja mencari sahabat kalau memang begitu. Sampai kiamat pun tak akan
ada manusia yang sempurna. Bahkan diri kita pun belum tentu layak tuk disebut
sahabat.
Seperfect apa sih kriteria sahabat menurut
kita? Yang nggak mengecewakan? Selalu mendengarkan? Selalu mendukung, memotivasari,
memberikan solusi, nggak punya tabiat jelek, mengerti, menyayangi seperti
saudara sendiri, nggak bisa marah, nggak nyebelin, de el-el? iya????
Sudah
saya katakan. Kalau begitu bersahabat saja dengan benda mati. Ah, tapi itu pun
bukan sahabat. Toh, komunikasi harus berlangsung dua arah.
Solusinya....,
bersahabatlah dengan-Nya. Tapi bukan seenak udel sendiri. Kebiasaan manusia,
ingin dimengerti tapi tak mau mengerti. Selalu ingin ‘di’ tapi tak mau ‘me’.
Bersahabatlah
dengan-Nya, maka kita tak akan pernah kecewa. Perasaan-perasaan bimbang, labil,
dilema, percayalah akan sirna. Carnaya mudah. Dekatkan diri pada-Nya, ia akan
mendekat lebih dan lebih lagi. Ketika kau berjalan, Ia akan berlari.
Allah,
padanya pantas kau curahkan isi hati. Tak perlu lagi wall fb, jejaring sosial
yang kebanyakan justru tak peduli, atau sekedar berbasa-basi meng-amini,
parahnya kalau ada yang meng-kapoki. Jadikan setiap ujian sebagai rahasia
antarra engkau dan Rabb-mu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar