Dunia



Duhai dunia, kau melenakan berpasang mata
Kau memasung hati, seolah hidup hanya sekali
Kau buat manusia berkeluh kesah
Terus berkeluh kesah
Menangisi tuntutanmu yang tiada henti
Meratapi ketidakberdayaan, kemiskinan

Duhai dunia, kau jatuhkan harkat dan martabat wanita
Engkau buat mereka nista,
Istimewa dalam ‘kemurkaann-Nya

Manusia tak lagi peduli
Apakah Tuhan ada atau sudah pergi
Sejatinya mereka yang menjauh, berlari

Dan dunia menjawab:
Duhai manusia, mengapa salahkan daku?
Engkaulah dalang semua ini
Engkulah sang pemain
Sungguh aku pun tak berdaya
Andai bisa, sudah kumuntahkan dunia ini dan seluruh isinya
Tapi belum waktuku
Terompet itu belum berbunyi
Dan kalian masih punya waktu tuk baiki
Benar, masih ada waktu...
Ketuklah pintu-pintu hati
Bahkan dalam hitam pekatnya
Berikan mereka cahaya
Sebagaimana Rasul tlah membawanyaa
Untukmu..., masih ada waktu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar