Laki-laki dilihat dari
masa depannya | perempuan dilihat dari masa lalunya
Pernah saya merasa tidak
adil mendengar kalimat yang banyak saya dapati di dunia maya tersebut. Yang faktanya
memang terjadi di dunia nyata, dunia saya, dunia kita. Namun, saya merasa harus
berpikir positif, memandangnya dari sudut pandang berbeda. Jika tidak, hidup
ini akan selalu terasa tak adil. Padahal tidak, kita hanya perlu mencari sudut
pandang yang tepat.
Laki-laki dilihat dari
masa depannya, of course. Tapi kita dapat menebak masa depannya karena melihat
bagaimana ia saat ini. Lelaki yang ulet, tekun, dan gigih saat ini, kemungkinan
besar ia memiliki masa depan yang cemerlang. Mereka yang hanya malas-malasan,
hanya asyik facebookan, besar mulut, dan selalu asal-asalan, maka masa depan
kemungkinan tinggallah harapan. Tidak berhenti di sini saja. Kondisi mereka
saat ini adalah buah pilihan di masa lalu. Jadi, masa depannya pun ditentukan
oleh masa lalu yang seperti apa.
Perempuan dilihat dari
masa lalunya. Ah, sekilas terasa tak adil. Tapi cobalah berpikir seperti ini. Masa
lalu bisa kita ciptakan sendiri. Tanpa harus memutar ulang waktu. Berubahlah sekarang,
saat ini juga, detik ini. Seperti yang pernah saya katakan, lima tahun
mendatang, sepuluh tahun mendatang, terciptalah masa lalu yang baik bagi diri
kita. Bukankah manusia seringkali hanya melihat yang paling belakangan? Jika memang
masih ada sebagian yang tak peduli akan perubahan itu, doakan saja. Mereka hanya
perlu waktu.
Jangan pusingkan diri
dengan orang-orang yang membenci anda, meremehkan anda. Sibukkan diri dengan
orang lain yang membutuhkan anda, menerima anda dengan kelapangan hati.
Jika ada orang yang
membicarakan anda dari belakang, maka berarti anda sedang berada di depan.
Wallahua’lambishshawab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar