Hidup dan sebuah 'Ujian'

Ketika hidup layaknya sebuah kegiatan pembelajaran, maka ia butuh evaluasi di akhir.
Menurut jadwal, ujian satu bulan lagi. Para siswa sudah tahu akan hal itu. Hanya saja tidak semua dari mereka mempersipkan diri.  Ada yang was-was, mulai mempersiapkan diri seawal mungkin. Setiap hari mengulang kembali materi-materi yang telah dipelajari dengan tekun. Ada yang baru mempersiapkan diri dua minggu sebelum ujian. Cukup terlambat karena ia membuang dua minggu sia-sia. Yang lainnya baru memula persiapan dua atau tiga hari menjelang ujian. Parahnya lagi, ada yang baru belajar semalam sebelum ujian. Mereka belajar. Dan masing-masing punya harapan bahwa hasil ujian akan bagus. Terkadang berharap ada keajaiban. Belajar bisa  dibilang minimal tapi hasil maksimal. Ya, ada yang berharap seperti itu.
Pengumuman hasil ujian tiba. Hasilnya sesuai dengan usaha masing-masing. Tapi tak perlu terlalu bersedih hati, ada kesempatan kedua. Bagi yang kuliah, masih bisa mengambil kembali di tahun berikutnya atau memilih SP (semester pendek). Bagi yang sekolah, guru yang baik hati memberikan remedial. Ya, masih ada kesempatan kedua tuk berbenah bagi siswa-siswa yang sadar.
Bagaimana dengan hidup ini? Jika ujian akhir adalah mati, apa yang harus kita lakukan jika nyatanya hasil perhitungan amal sangat jauh dari prediksi. Tidak semua amal diterima. Jika orang-orang yang ngakunya mempersiapkan diri saja belum tentu termasuk golongan kanan, lantas bagaimana dengan yang kurang atau bahkan tidak mempersiapkan diri?
Sayangnya, tak seperti ujian di akhir pembelajaran. Tak ada kehidupan kedua. Tak ada kesempatan kedua. Tak ada kehidupan singkat sebagai perbaikan. Tak ada…
Maka wahai diriku, dirimu, kita… jangan terlalu bersantai dan merasa amal sudah cukup. Ketika kita merasa ‘penuh’, sejatinya kita masih ‘kosong’.
Jangan sampai di sana barulah kita sesali mengapa diri ini tak bersungguh-sungguh. Apalagi mati tidaklah berjadwal. Bisa tahun depan, bulan depan, besok, atau bahkan hari ini.

Semoga kita berada dalam golongan orang-orang yang mendapatkan lindungan-Nya. Aamiin 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar