About Qadar and Destiny

Nice video this morning
Jika segala sesuatu terjadi karena kehendak Allah, lantas dimanakah letak kebebasan manusia?
Misal di sebuah kelas terdapat banyak siswa. Lalu diadakan sebuah ujian akhir. Guru dapat memprediksi siswa yang akan lulus di peringkat pertama karena tahu bahwa siswa tersebut memang rajin, siswa yang lulus biasa-biasa saja, dan siswa yang tidak akan lulus karena tidak pernah belajar. Pantaskah siswa yang gagal menyalahkan guru yang tlah memprediksi kegagalannya?
Contoh kedua:
Kita berada di persimpangan A, B, C, dan D. kita bisa memilih salah satu jalan. Lalu kita memilih jalan C. Allah telah mengetahui sebelumnya bahwa kita akan memilih jalan C, kemudian allah menuliskannya. Jadi, bukan karena Allah telah menuliskannya maka kita memilih jalan C. Tapi karena Allah tahu kita akan memilih jalan C, maka Allah menuliskannya.
Dalam sebuah ujian, jikaAllah mau sebenarnya ia bisa mengubahnya. Layaknya sebuah ujian matematika. Guru memberi pertanyaan 2 + 2 = …. Seiring guru mengawasi, ia melihat siswa menjawab 2 + 2 = 5. Guru dapat mengoreksinya, memberitahu siswa bahwa jawabannya salah. Namun, guru tidak mengoreksinya karena ia tahu ini ujian.
Hidup adalah ujian akhirat
Allah telah memberikan kehendak bebas kepada manusia. Manusialah yang menentukan keputusannya.
Al-Mulk 67:2
“Allah menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya”
Hidup ini penuh dengan pilihan, berbuat baik atau buruk. Allah tidak akan ikut campur atas ranah dimana kita bebas memilih. Dan atas pilihan tersebut, ada ganjaran yang disebut pahala dan dosa.

Begitulah inti video tersebut. Jawaban Zakir Naik mempermudah akal memahami konsep yang selama ini kadang membingungkan.
Percaya pada qadha dan qadhar adalah bagian dari rukun iman. Maka, keimanan terhadapnya amatlah penting. Kalau keimanan sudah mantap, apa lagi yang menghalangi kita untuk tunduk dan patuh pada-Nya?
Di sinilah mengapa kita perlu mengkaji. Jangan pungkiri bahwa banyak pertanyaan tentang Islam yang masih bergelayut di benak kita. Jangan ragu untuk mencari jawaban. Carilah. Banyak kajian keilmuan Islam di sekitar kita. Hanya saja mungkin selama ini kita yang menutup mata tak peduli.
#yukngaji

#yukberislamkaffah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar