Ada yang bilang hidup hanya sekali, jadi kudu
dinikmati.
Begitu pun katanya, masa muda tak akan terulang
lagi, so musti happy-happy
Itu sih kata mereka. Kita? Bagi yang beragama Islam
pasti tau kalau setelah mati kita akan dibangkitkan lagi. Tapi jangan salah. Banyak
juga yang tau tapi nggak mau tau. Hidup ya hidup, jalanin aja seperti air
mengalir. Tanpa sadar airnya ngalir ke got, atau bahkan tempat pembuangan
kotoran. Naudzubillah
Manusia seringkali lupa. Entahlah. Mungkin karena
hiruk pikuk dunia. Kita terlalu sibuk kejar deadline tugas, tuntutan pekerjaan,
ngurus anak, de-el-el. Parahnya banyak yang sibuk dengan aktivitas tak
bermanfaat. Liburan gak ada ujung pangkalnya, hunting makanan tanpa peduli
sodara yang kelaparan.
Yakini
apa yang kita lihat
Kita sering terjebak pada satu kalimat di atas. Lantas,
karena surga dan neraka tak bisa dilihat lalu tak percaya? Karena siksa kubur belum
di depan mata lantas kita menafikannya? Atau kita hanya berharap surge dan
menampik adanya nerakan?
Hidup memang terlalu melenakan. Kita tlah banyak
dijejali ungkapan-ungkapan menyesatkan yang kadang menyusup tanpa disadari.
Lihat
apa yang kita yakini
Siksa kubur, surga, dan neraka adalah benar adanya. Sebab
Allah tak mungkin ingkar janji dan tak akan ingkar janji. Akhirat adalah nyata.
Lebih nyata daripada lengan yang sakit karena tercubit atau pipi yang
tertampar. Di sanalah kita abadi. Menjalani fase kehidupan yang terakhir. Bisa jadi
di surga, bisa jadi neraka.
Pernahkah kita berpikir Darimana kita berasal? Untuk
apa kita hidup? Kemana kita kan kembali?
Jika anda telah temukan jawabannya, Alhamdulillah anda
tlah paham. Tapi sudahkah anda merealisasikannya dalam keseharian?
Darimana kita berasal?
Jawabannya tentu saja dari Allah
Untuk apa kita hidup?
Untuk beribadah kepada-Nya
Kemana kita kan kembali?
Hanya pada Allah
Maka, jangan sia-siakan hidup yang sebentar ini. Hidup
yang hanya berlangsung beberapa menit saja dibandingkan abadinya akhirat.
Lalu, cukupkah ibadah hanya dengan shalat, zakat,
puasa, haji, dan amalan-amalan lainnya?
Tidak
So, ayo terus bersama belajar tentang kewajiban kita
sebagai seorang muslim.
Semoga saya bisa membahasnya di lain kesempatan. Biidznillah…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar