Julukan itu memang berat. Sadarkah kita?
Saat kita tak lagi dipandang sebagai 'seorang', melainkan 'bagian dari' sebuah jamaah
Gerak-gerik kita, tanpa sadar, orang lain memperhatikannya
Kesalahan kita, bisa dianggap kesalahan kelompok/gerakan/organisasi/jamaah, atau apalah namanya..
Saat itulah, kadang kita berdalih "jangan salahkan organisasinya, itu kesalahan oknum saja"
Yah, Benar memang, hanya oknum...
Kita/mereka, yang ngakunya pengemban dakwah...
Sudah sejauh mana pengorbanan kita?
Sudahkah optimal menjalankan amanah?
Sudahkah berkorban mati-matian demi jamaah?
Barangkali belum
Bisa jadi belum
Dan saat kita sadar belum banyak berkorban, tak bisakah kita tak melakukan hal-hal tak bermartabat?
Saudaraku..., saat dakwah belum maksimal, setidaknya jagalah diri dari dosa, dari maksiat
Ini bukan masalah oknum
Ya, ini masalah jamaah
Bagaimana mungkin sebuah jamaah kan mendapat pertolongan-Nya jika ada duri dalam daging?
Barangkali kita yang menghambat perjuangan
Barangkali kita yang melambatkan datangnya pertolongan Allah
Ya Allah... memang benar, kami hanyalah manusia
Kawan, jangan pernah merasa minder melihat orang lain yang terlihat sempurna. Allah hanya sedang menutup aibny. Sebab setiap manusia miliki khilaf dan dosa. Fokus pada diri. Terus berbenah.
Dan untuk mereka yang merasa jadi 'duri'... tolong berhenti. Berhentilah dari maksiat. Berhentilah dari berbuat dosa.
Katanya kita/mereka spesial
Dengan pembinaan dan ilmu baru setiap minggunya.
Lantas kemana menguapnya semua itu? T_T
Kembalilah
Masih ada jalan selagi sempat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar