Dari tiga tahun ini saya belajar...
Bahwa kuliah bukan tentang pintar-pintaran
Karena yang pintar belum tentu sukses (dalam setiap semesternya)
Tapi tentang ketekunan...
Dimana yang tekun belajar jauh lebih bahagia. Meski terkadang hasil cukup mengecewakan. Namun lebih sering hasil tak mengkhianati usaha.
Tentang ketahanan mental
Dimana yang tahan mental akan mampu bertahan. Meski pernah kecewa, meski pernah gagal, meski pernah "dihajar" dosen, ia tetap bertahan dengan tekad yang kuat. Ia mampu melewati setiap fase kritis dalam hidupnya. Ya, ia tetap bertahan sementara beberapa kawannya berguguran.
Dari sekian banyak calon-calon pendidik di kampus, ia menjadi dirinya sendiri. Sebab ia tahu, tak semua calon pendidik itu akan terjun menjadi pendidik. Cukuplah ia memikirkan dirinya, menjadi diri sendiri dengan segala usaha berbekal kemampuannya yang entah terkategori apa.
Tak terasa saya pun telah berada di ujung-ujung semester. Mahasiswa tua. Padahal rasanya baru kemarin ikut penerimaan siswa baru, ospek jurusan. Padahal baru kemarin rasanya berkenalan di depan kelas.
Kapan lulus?
Sudah skripsi?
Judul skripsinya apa?
Mau penelitian apa nanti?
Pertanyaan-pertanyaan itu dulu tak pernah mengganggu. Tapi kini? Kini pertanyaan tersebut cukup membuat saya senyum-senyum sendiri.
"Sedang diurus. Doakan aja" jawaban itu yang selalu ingin saya sampaikan. Walau terkadang yang keluar malah jawaban lain.
Kuliah..., saya bahagia. Bertemu dengan kawan-kawan baru, menemukan arti sahabat, dan yang paling membahagiakan dari semua itu adalah saya menemukan Islam. Why Islam? bukankah selama ini saya sudah muslim?
Itulah kita. Terkadang jati diri baru ditemukan saat kita tlah terlampau jauh berjalan. Syukurnya tidak terlambat. Islam yang dulu saya pikir biasa saja, kini menjelma begitu indah. Semakin saya mendalaminya, semakin terasa manis. Meski tak mudah beislam di tengah dunia yang kini makin "gila" saja. Yang pasti saya hanya perlu bertahan.
Itulah kisah saya di antara sekian banyak kisah yang indah. biarlah yang indah dan pahit bersatu memenuhi memori hidup ini. Sebagai pelajaran berharga dan pengingat. Saya bahagia. Saya bahagia. Semoga kebahagiaan mampu mendatangkan kesuksesan. Aamiin...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar