Simple Lovemeter



Dari sekian banyak nomor handphone, hanya ada tiga nomor yang saya hafal di luar kepala. No saya, ibu, dan bapak. Lainnya saya harus mengecek di daftar kontak.
Menjelang semester baru pertengahan tahun ini, selalu ada yang namanya sambut maba. Saatnya para senior beraksi, membantu maba-maba yang kesulitan daftar ulang. Dan selalu ada dialog seperti ini,
“Nomor HP orang tuanya berapa, De?”
“Mmmm, sebentar ya  Kak,” yang ditanya buru-buru membuka HP.
Apa yang salah? Tidak ada. Saya hanya sempat berpikir, bagaimana kalau pertanyaannya diganti,
“Nomor HP pacarnya berapa mbak?”
Kalau anda sepemikiran dengan saya, kita pasti akan menebak gak ada scene dimana yang ditanya sibuk mencari nomor di daftar kontak.  Tentu tidak semua, memang.

Seberapa besar cinta kita kepada orang tua?
Beberapa pasti akan menjawab, “Ah, cinta kan tak bisa diukur dengan hal sesimple mengingat nomor Hp.”
Iya, memang benar. Cinta tak bisa diukur dari sana. Tapi, jika urusan mengingat nomor HP sebegitu simple-nya, mengapa kita tak bisa?
_______
Dan kembali, ini hanya pendapat saya. Benar tidaknya back to masing-masing lah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar