Menanti (kembali) Militansi



Terkadang seseorang sibuk menilai kekurangan orang lain tanpa melihat ke dalam diri sendiri. Baru sadar setelah orang lain menyatakan pandangannya. Seperti tersengat listrik. Ada sakit, nyeri, pedih, sedih, sebuah luka. Tapi sejatinya ia adalah madu. Dengan itu ia coba memperbaiki diri. Mengubah sudut pandang selama ini. Percayalah hasilnya akan manis walau memang butuh waktu.
Sebaliknya, terkadang seseorang sibuk melihat kekurangan dirinya. Merasa minder, tidak percaya diri, always negative thinking. Baru menyadari potensi diri setelah “dicubit”. Lalu coba bangkit dan memaksimalkan diri. Percayalah, ia akan menjadi bintang yang bersinar terang.

Aku bukan maba lagi...
Tak lagi celingukan dengan alis bertaut tuk temukan gedung auditorium
Tak lagi malu-malu berjalan perlahan sembari menyodorkan sebuah berkas berbalut map kuning
Tak lagi ke sana ke mari meminta bantuan isi data diri
Tak lagi berjalan pelan masuk ke dalam kelas dan bingung mencari kursi
Tak lagi shock melihat perbedaan kuliah dan sekolah
Tak lagi terlalu bernafsu tuk ikut semua organisasi
Tak lagi datang di setiap acara motivasi
Aku bukan maba lagi...
Kini..., kuberjalan cepat dengan satu tujuan pasti
Menyapa setiap saudara yang kukenal di setiap jalan yang kususuri
Ada yang bertanya, kusediakan informasi
Pilah pilih organisasi
Jadi motivator tuk diri sendiri
Aku bukan maba lagi...
Tapi semangat ini masih sama, menggebu, kuingin bertambah setiap hari
Waktu bergulir dan sebuah kebenaran kian nyata, sebuah cahaya
Aku ingin kau dan mereka tahu...
Aku ingin berbagi bahagia ini
Aku ingin kau tahu...,
Menjadi mahasiswa tak melulu berkutat dengan tugas
Menjadi mahasiswa tak boleh ikut-ikutan, sekedar organisasi-organisasian
Jadi mahasiswa jangan study-oriented, kau tak punya pegangan
Jangan sekedar eksis, hanya tuk narsis
Aku ingin kau tahu...
Bahagia itu ada di hati, saat kita gapai ridha Ilahi
Karena itu kawan, penting tuk mengkaji
Menjadi muslim kaffah sebenarnya tak susah
Hanya perlu belajar, konsisten, jangan terus berkeluh kesah
Aktivis sejati tak ditandai dengan banyaknya amanah
Justru akan muncul pertanyaan, amanah apakah?
Benarkah ia benar-benar amanah?
Atau hanya sekedar lapangan kerja tempat kita cari jati diri?
Ayo kita mengkaji
Di sana ada bahagia dengan aneka macam rasa
Ada pahit, asam, kecut, asin, manis, dan legit dengan sensasinya sendiri-sendiri
Ayo kita mengkaji,
Siapkan diri sebelum MATI

Sebagai manusia hanya bisa berdoa tuk mereka yang tak berdaya
Tak lupa berupaya, tak hanya pasrah diam tanpa kata
Jika harus meminta, berikanlah yang terbaik
Jika boleh meminta, jangan ambil mereka, sebelum dakwah sampai kepadanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar