Saat
kau memberikanku kekuatan, aku sadar, aku harus bangkit dari keterpurukan
Senyum
yang terlukis setiap hari, meski ku tak memandangnya, aku tahu engkau
mencintaiku
Aku
terbelenggu kesedihan, lalu engkau buat ku bahagia dan tertawa dengan lelucon
jenaka
Begitu
banyak jasa yang belum terbayarkan, ummi, abi...
Aku
masih harus berbakti
Menjadi
muslimah kaffah, agar doaku kan berarti nanti
Mencintaimu..
Memandangmu
bukanlah zina mata, tapi kuingin melihat pancaran ketulusan cinta
Menyentuhmu
bukanlah zina tangan, melainkan bentuk kasih sayangku
Berkhayal
tentangmu bukanlah zina hati, akan tetapi merupakan wujud kerinduan ini
Terimakasih
telah memberikan cinta yang luar biasa
Terimakasih
telah memberiku cinta yang murni, tulus, putih, bersih
Terimakasih
untuk umi wa abi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar