Jika
terus berjalan seperti ini, maka semua akan terlambat. Penyesalan memang selalu
datang di akhir. Sebelum ia benar-benar menghampiri, ku harus menyadari.
Berbenah diri, perbaiki. Setiap langkah perjalanan tak pernah sempurna. Selalu
ada kegagalan. Darinyalah ku belajar. Bangun dan bangkit lagi.
Manusia
tak selamanya berada di atas. Demikian juga dengan semangat. Ada hari di mana
batrai hampir habis. Lampu berkedib-kedip. Segera charge sebelum benar-benar
mati.
Terkadang
tanya “aku siapa?”. Kini bagai bukan apa-apa. Tapi “aku ingin jadi siapa?”, dan
“aku mau apa?”, dua tanya ini harus
melecut semangat dalam diri. Aku manusia biasa.
Hanya berdaya upaya. Allah yang tentukan hasilnya.
Ya
Rabb..., banyak asa yang tak tergapai... sementara kakiku mulai lunglai
Kucoba
meraih lagi, mencoba lebih tinggi
Berupaya
ku di tengah keterbatasan, perjuangan penuh kepayahan
Siapalah
aku, merasa telah maksimalkan
Namun
lagi, ia belum dapat kugenggam
Masih
banyak jalan yang harus kususuri
Tak
peduli menebalnya tapak kaki
Bukan
demi selembar ijazah
Atau
foto bertoga
bukan
pula applause bertubi
hanya
ingin mengerti, fahami, dan kembali berbagi
ini
yang mereka sebut ilmu pasti
di
mana imajinasi sebentar mati
tapi
tak benar-benar mati
hanya
sekedar bersembunyi
sebab
kupercaya, ia akan bangkit lagi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar