Postingan
kali ini mengambil sumber dari sebuah buku gratis (karena tak beli *_*). Pertama
membaca sungguh penasaran. “Menguak rahasia tulisan tangan dan tanda tangan”,
begitu judulnya. Ditulis oleh Dyan R Helmi dan Ihsan Satyanugraha.
Melalui analisis dua hal di atas, kita dapat
mengetahui karakter dan kepribadian seseorang. Yang pernah belajar pasti tahu
deh. Bahkan mungkin lebih lengkap. ^_^
Ada
tiga unsur di dalam sebuah grafis, yaitu ruang, coretan/garis, dan bentuk.
1.
Ruang
Ruang adalah tempat kita menuliskan
tulisan. Jika menulis di atas kertas, maka kertas itu yang disebut media. Dalam
grafologi, ruang merupakan simbol kebebasan sekaligus pembatasan.
Dua hal yang harus diperhatikan dalam
anilisis ruang yakni ukuran dan posisi.
a. Ukuran
Dalam ukuran, pakai standar ukuran tulisan
pada umumnya.
Orang yang bertulisan besar bisa berarti
terbuka, PD, kurang konsentrasi, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, sombong,
aktif, ingin menonjolkan diri, dan butuh perhatian. Biasanya mereka menangkap
masalah secars keseluruhan, baru kemudian melihat detailnya.
Sementar aitu, tulisan kecil berkebalikan
dengan si tulisan besar. Ia memiliki konsentrasi tinggi, senang akan dunianya
sendiri, pemalu, menarik diri dari pergaulan, dan lebih instropektif. Ia pun
lebih mengutamakan detail sebelum melihat masalah secara keseluruhan.
b. Posisi
Seseorang yang menulis cenderung ke kiri,
adalah seorang introvert. Tulisan yang terlalu ke kiri juga dapat bearti
depresi, ketakutan, atau terlalu menahan diri. Sebaliknya, yang menulis cenderung
ke kanan adalah seorang ekstrovert. Orientasi pemikirannya menuju ke luar. Pikiran,
perasaan, dan tindakannya sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Hatinya terbuka,
mudah bergaul, dan bersikap positif di dalam masyarakat.
Adapaun dari segi kemiringan tulisan ada
empat penilaian. Tulisan miring ke atas menandakan penulisnya berpikiran
optimis, antusiasme, serta bersemangat tinggi. Tulisan ke bawah adalah
kebalikannya. Pesimisme, depresi, dan kesedihan.bagaimana dengan yang miring ke
kanan? Nah, yang miring ke kanan berarti selalu melibatkan perasaan dalam
bergaul, perasa, dan simpatik. Tapi hati-hati, miring ke kanan juga bisa
berarti kamu impulsif, berpikiran pendek, dan dikuasai nafsu. Lain lagi dengan
miring ke kiri. Hal ini bisa berarti menarik diri, protektif, juga sulit
berinteraksi. Kelebihannya, tidak impulsif dan selalu logis.
Sebagai tambahan nih. Orang yang tulisannya
nggak jelas miring ke kanan atau ke kiri, ia adalah orang yang sulit ditebak. Seperti
tulisannya. Nggak jelas. ^_^
2.
Coretan
atau garis
Tulisan tebal dihasilkan oleh tekanan kuat si penulis (di luar faktor alat tulis). Tekanan kuat menunjukkan ia seseorang yang berkemauan keras, antusias, ambisius, menonjolkan kemewahan, sombong, impulsif, berani, ekspansif, kurang sabar, agresif, dan kurang bijaksana.
Tulisan ringan menunjukkan kepasifan, santai sensitif, kurang dominan, toleran, sulit mengambil keputusan, mudah terpengaruh, lemah mental, ragu-ragu, dan takut.
Semantara itu tulisan yang biasa saja menunjukkan kestabilan emosi dan vitalitas sang pemilik.
Tulisan tebal dihasilkan oleh tekanan kuat si penulis (di luar faktor alat tulis). Tekanan kuat menunjukkan ia seseorang yang berkemauan keras, antusias, ambisius, menonjolkan kemewahan, sombong, impulsif, berani, ekspansif, kurang sabar, agresif, dan kurang bijaksana.
Tulisan ringan menunjukkan kepasifan, santai sensitif, kurang dominan, toleran, sulit mengambil keputusan, mudah terpengaruh, lemah mental, ragu-ragu, dan takut.
Semantara itu tulisan yang biasa saja menunjukkan kestabilan emosi dan vitalitas sang pemilik.
3.
Bentuk
a. Bentuk lingkaran
Tulisan semacam ini bercirikan lengkungan pada setiap huruf. Sering tampil pada huruf o, a, e, g. Maknanya adalah kebutuhan akan kasih sayang, persetujuan sangat mendominasi, cinta damai, cinta keselarasan.
b. Bentuk segi empat
Bentuk ini seing muncul dalam huruf h, m, n, r, p, u, dan w. Orang ini bertipe normatif (menunjung aturan), disiplin, berpikir logis-praktis, butuh rasa aman, dan senang menolong.
c. Bentuk segitiga
Bentuk ini bisa muncul di semua huruf. Di mana ada bentuk sudut pada huruf yang tertulis. Tulisan ini menyimbolkan kekuatan, kekuasaan, nafsu, ketajaman, serta kedalaman berpikir.
d. Bentuk tak beraturan
Orang ini kreatif, imajinatif, motivasi tinggi, benci rutinitas, kadang nyeleneh, tapi pemikirannya berguna.
Sebanrnya ada tambahan lagi. Tapi berhubung ini adalah deteksi per huruf, jadi nggak bisa dituliskan di sini. Sedikit saja ya,
a. Bentuk lingkaran
Tulisan semacam ini bercirikan lengkungan pada setiap huruf. Sering tampil pada huruf o, a, e, g. Maknanya adalah kebutuhan akan kasih sayang, persetujuan sangat mendominasi, cinta damai, cinta keselarasan.
b. Bentuk segi empat
Bentuk ini seing muncul dalam huruf h, m, n, r, p, u, dan w. Orang ini bertipe normatif (menunjung aturan), disiplin, berpikir logis-praktis, butuh rasa aman, dan senang menolong.
c. Bentuk segitiga
Bentuk ini bisa muncul di semua huruf. Di mana ada bentuk sudut pada huruf yang tertulis. Tulisan ini menyimbolkan kekuatan, kekuasaan, nafsu, ketajaman, serta kedalaman berpikir.
d. Bentuk tak beraturan
Orang ini kreatif, imajinatif, motivasi tinggi, benci rutinitas, kadang nyeleneh, tapi pemikirannya berguna.
Sebanrnya ada tambahan lagi. Tapi berhubung ini adalah deteksi per huruf, jadi nggak bisa dituliskan di sini. Sedikit saja ya,
· Titik (huruf
i) yang dibuat tipis menandakan kesetiakawanan or dapat dipercaya or amanah.
·
Titik seperti
garis miring menandakan penulisnya mengalami gangguan. Miring ke kanan =
gangguan dari luar. Miring ke kiri = gangguan dari masa lalu. Miring ke bawah
(mendekati tangkai huruf i) = gangguan dari diri sendiri
·
Titik yang
jauh dari tangkai huruf i. Jauh ke kanan = tidak sabaran. Jauh ke kiri = suka
menunda pekerjaan. Tepat di atas = cermat
·
Titik seperti
lingkaran menandakan kebutuhan akan perhatian.
Dari
semua penjelasan di atas, jangan buru-buru mengambil kesimpilan hanya karena
satu unsur. Karena setiap unsur saling berkaitan, kita harus memadukannya.
Menarik
kan? Ayo sekarang analisis sendiri tulisan kita. Masuk yang mana ya? Hem. ^_^
Oh
ya. Jangan lupa yang saya katakan. Harus cermat dan teliti menilai. Jangan langsung
mencap seseorang begini begitu hanya karena tulisannya. Setiap waktu tulisan
juga bisa berubah tergantung emosi seseorang. Oke selamat menganalisis!!! Tunggu
yang selanjutnya mengenai “tanda tangan”. Meskipun mungkin nggak sebanyak ini
^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar