Jika setan terbuat dari api,
percuma donk disiksa di neraka. Toh, neraka juga dari api kan? Nggak akan
sakit.
Sebuah
pertanyaan dari seorang kawan berbeda keyakinan pada salah satu kawan saya. Pertanyaan
yang akhirnya menajadi topik diskusi hari itu.
Mengambil
penjelasan dari salah seorang ustadz. Manusia terbuat dari tanah. Ambillah segumpal
tanah lalu lemparkan padanya. Sakit? Begitu pula dengan setan. Sekali pun ia
terbuat dari zat yang sama dengan neraka, ia akan tetap merasa kesakitan.
Kedua,
kulit bertemu kulit. Kawan itu berkata, “tangan saya berbalut kulit. Kamu pun
demikian.” Selanjutnya ia memukulkan tangannya pada si penanya.
“sakit?”
tanyanya kemudian. Yang ditanya mengangguk.
“begitu
pula dengan setan. Itulah jawabannya.”
Hanya
saja entah karena belum puas atau karena tak menerima kebenaran logika tersebut
atau mungkin gengsi, ia hanya berkata, “saya masih tidak percaya.”
Jawaban
lain. Kadar api pembentuk neraka dan setan tentu berbeda. Api neraka jauhlah
lebih panas.
Selanjutnya
ia akan bertanya dan terus bertanya. Menjawab dengan dalil naqli tentu percuma,
sebab ia bukan orang yang percaya akan ayat Allah. Gunakan dalil aqli dan
logika sehari-hari. Yeah, ini tepat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar