Jum’at
sabtu minggu. Untuk minggu-minggu awal kuliah memang benar-benar libur. Tapi tak
kujamin minggu-minggu ke depan akan seperti apa. Praktikum yang berceceran di
mana-mana. Kembali berkutat pada laporan.
Tidak
ada akta libur. Lima huruf itu hanya akan menimbulkan lima kata berikutnya yang
kalian tahu sangat susah disembuhkan. MALAS. Right?
Life
is choice
Kata
itu palin sering mereka ucapkan saat aku meminta saran. “Hidup itu pilihan, Dek.
Maka tentukan pilihanmu sendiri. Tapi tetap ingat! Jadikan hukum syara’ sebagai dasar pilihan itu”
Sebagai
seorang hamba yang lemah, tidak ada manusia yang tidak pernah mengeluh. Terkadang
sesal itu datang. Kembali, teringat akan besarnya pengorbanan orang tua yang
sama sekali belum tertebus. Entah kapan. Semangat muncul lagi. Mencoba tersenyum
melihat dunia. Sejenak melupakan kepahitan.
Hidup
di sini benar-benar akan menjadi kenangan yang tidak terlupakan. Untuk seseorang
sepertiku. Di sini mimpiku sejak lama bisa terwujudkan. Ya, ada satu mimpi. Tapi
tak bisa kutuliskan di sini. Sssst! Ini rahasia perusahaan. Lalu kusadari,
betapa banyak mimpi sebanrnya tlah terwujud. Subhanallah. Pantaskah aku
mengeluh atas mimpi-mimpi yang belum terwujudkan?^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar