Sebuah senyuman


Aku ingin menangis saja melihat sikapnya padaku. Betapa tidak. Aku menghampirinya seraya tersenyum tulus mengingat ia adalah seorang dari sekian orang yang kukagumi. Tapi tak kunjung tiba senyuman tulus sebagaimana biasa. Ada sesungging senyum. Hanya saja tidak biasa. Itu bukan dari hatinya. Senyum itu tak kumengerti maknanya. Menjawab pertanyaanku sekedarnya. Tak lagi memandang wajahku dengan binar mata beningnya.
Apakah sekarang kita berbeda? Pertanyaan itu ingin kuajukan pada dirinya. Tapi lidahku sudah kelu. Hatiku patah. Kaki ini memaksaku pergi. Kuberusaha mengerti dirinya. Satu pelajaran hidup berhargaku. Mengerti orang lain itu lebih indah dari pada ingin dimengerti.
Jika memang ada yang salah, ia berhak tetap seperti itu. Tapi cobalah sesekali buat aku paham arti semua ini. Agar kutahu mana jalanku yang salah.
Bibir ini akan tetap berusaha memberikan senyum untukmu. Seseorang yang semoga tetap menajadi salah satu orang yang kukagumi.
                                                                                                                        Li ukhtifillah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar