Jerry


Aku sedang terlelap di alam mimpi hingga kemudian mimpiku berakhir pada adegan tangan terjepit sesuatu. Saat bangun, tebaklah apa yang terjadi.
“Aaaaaa!!!!”  Kaget, menjerit, saat kusadari telunjukku terasa begitu sakit. Apa tadi itu? Pertanyaanku masih belum terjawab sebab tak ada apa pun disampingku.
Telunjukku berdarah. “Kakak...” panggilku pada seseorang yang ternyata sedang terbangun pula.
“Hah? Kenapa, De. Itu berdarah. Cepat cuci. Hati-hati darahnya netes.”
Perlahan dan semakin deras cairan berwarna merah itu menetes. Kutadahkan telapak tangan kiri agar darahnya tidak berceceran sementara pikiran masih berkecamuk. Apa itu tadi?
“Ini kenapa ya, Kak?” tanyaku usai membasuh darah merah segar itu.
“Apa ya, Dek? Kemungkinan tikus sih, De.”
“Ah, masa si Kak.” Lalu aku pun menoleh ke tempatku tidur tadi. Yah, terrnyata benar. Seekor tikus terlihat tengah mengintip di sela-sela tumpukan barang.
Selanjutnya tersisa kekhawatiran. Betapa tidak, tiga orang kawan mewanti-wanti rabies. Satu orang typus. Dag-dig-dug. Berharap semoga Allah memberikan yang terbaik. Tapi tetap didahului ikhtiar minum antibiotik.
Ibrah yang diambil..., jujur, saat itu belum shalat isya. Terlalu lelah sehabis Astramatika (olimpiade matematika unmul nih. Hoho. Promosi) membuatku pasang alarm bangun jam 12. Yang ternyata alarm entah tidak berbunyi atau memang tidur terlalu lelap. Terbangun dengan cara yang tak terduga-duga.
Yupz, selalu ada hikmah di balik peristiwa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar